Kebahagiaanmu Juga Kebahagiaanku








Semakin sore, para pedagang kaki lima semakin ramai,. Bau-bau sedap yang menebar di jalanan semerbak menggoda para manusia. Seolah mengatakan “Datanglah kemari, cicipilah masakan ini, harganya murah!”. Seseorang sedang bercanda bersama teman-teman sebayanya, saat itu sudah malam, tapi keakraban mereka seakan tak disurutkan oleh malam yang mulai menggelayuti. Salah seorang tersebut bercerita panjang tentang hal-hal yang lucu yang cukup menghibur. Baginya membahagiakan orang lain adalah kepuasan tersendiri di hatinya. Kejadian itu masih sering ia ingat padahal sudah berlalu lama. Terhitung tiga tahun yang telah lewat. Ia sering melepaskan lelah dambil menikmati kuliner murah beserta kawan-kawannya disitu.

Namanya Joe, dia adalah orang yang tak mudah menyerah, dan senantiasa menemukan titik humor di setiap keras perjuangan hidupnya. Walaupun ia harus dibakar matahari siang di kota besar, dia tetap berjualan lampu walau bermandikan keringat. Ia adalah salesman produk lampu. Perjuangan yang ia lakukan membuat ia menyimpulkan bahwa kerja apapun akan terpaksa dilakukan karena inilah hidup. Keras bagai batu semua orag pasti menyadari itu. Apapun harus dilakukan asal sejalan dengan perintah Tuhan dan tidak meyakiti sesama.

Joe kecil dididik oleh keluarga yang tak begitu bahagia, ayahnya mati karena sebuah kecelakaan yang menimpa saat ayahnya sedang mengikuti instruksi dari manajernya di kilang minyak. Saat itu Joe masih belum genap lima tahun, masih suka bermain robot-robotan. Setelah seharian menangis, Joe bisa membalikkan senyumnya. Terbukti ia masih bersenda gurau bersama teman sebaya.

Hari-hari ia lalui tanpa seorang ayah lagi. Ibu terpaksa berjualan seadanya sebagai pengganti tulang punggung keluarga yang mendadak meninggalkan mereka. Kesal dan kecewa tentu ia rasakan, tapi ia terdidik sejak kecil untuk tidak menyalahkan takdir. Ia penganut agama yang taat.

Setelah ia menyelesaikan pendidikan SMA-nya, ia tak bisa melanjutkan lagi pendidikan di perguran tinggi. Ia kerja seadanya, sambil mengumpulkan uang ia juga mengambil kuliah D3 jurusan perekonomian. Ia bisa mengikuti perguruan tinggi jenjang D3 dengan susah payah. Ijasah itu nantinya akan menjadi modal yang berharga untuk mencari kerja yang layak dan lebih baik.

Setelah menamatkan D3, ia bekerja di Bank Swasta, di kota yang lain. Ia menemukan banyak teman, baik yang senasib maupun yang seperjuangan, ia juga menemukan cinta di perjalanan hidupnya. Seorang gadis berambut hitam lurus. Sebut saja namanya Santi.

Cinta tak harus tumbuh dari kesempurnaan, seperti yang dialami Joe dan Santi. Kadang cinta malah muncul dari kepedulian yang terus menerus saling diberikan, yang saling mengisi dan melengkapi kekurangan mereka. Cinta pun tak harus dicari, cinta akan datang sendiri seperti hujan atau kemarau. Karena cinta adalah kebutuhan yang mengisi hati setiap anak adam. Tak hanya anak adam saja, hewan juga memiliki cinta. Perasaan yang indah itu terketuk setiap hari seiring mereka saling berinteraksi. Sepulang kerja mereka bersama. Di kantor mereka juga bersama. Dan saat yang tepat pun datang setelah mereka sama-sama memiliki rencana panjang untuk hidup berdampingan.

Joe adalah seorang yang tak cukup berani untuk memulai hidup baru bersama kekasihnya. Karena ia paham, ia masih memiliki banyak tanggungan. Ibunya adalah salah satu alasan ia harus banyak mempertimbangkan jika memang akan menikah dan hidup bersama kekasihnya. Cinta adalah hal yang rumit, baik untuk didefinisikan atau dilakukan, dibutuhkan rencana panjang, pematangan pemikiran dan kesiapan ekonomi untuk menempuhnya, keputusan untuk menikah adalah keputusan yang diambil untuk masa depan, untuk hari tua. Tapi semua memiliki cinta, bukan hanya manusia saja, hewan dan lain sebagainya mereka memerlukan cinta untuk hidup, tak bisa mereka hidup dalam ketakutan atau kebencian melulu. Namun, perlu untuk diketahui bahwa jalan cinta tak selalu mulus sepert kulit belut. Ini yang baru disadari Joe. Kejadian tak terduga kerap muncul disaat yang indah.

Diagnosis dari dokter mengatakan bahwa kekasihnya mengidap sejenis penyakit kanker tingkat akut. Joe tak tega jika melihatnya mengerang kesakitan. Maka jka kekasihnya mengerang kesakitan, Joe akan menghiburnya, entah dengan apa saja yang bisa ia lakukan. Tapi Santi tetap menitikan air mata, mengerang dari sakit yang amat sangat. Di balik itu semua, hubungan mereka malah semakin hangat. Derita penyakit yang dialami Santi malah membuat Joe semakin menyayangi dan mengasihi Santi.

Dua tahun berlalu dan penyakitnya masih saja tetap bersarang. Joe sudah menghabiskan banyak biaya menurut ukuran Joe. Ia juga mengambil paket PHK dini dari perusahan Bank tempat ia bekerja. Untuk yang dicintanya apapun akan dia lakukan; untuk biaya berobat. Namun obat yang ia beli tidak bisa menyembuhkan Santi, obat itu hanya meredam rasa sakit. Begitu obatnya habis, rasa sakit dan perih akan menjalar kuat ditubuh Santi, Joe merasa iba. Ingin rasanya mengobati penyakitnya itu, seandaikan ia memiliki uang banyak, ia pasti mengobatinya, mengoperasi penyakitnya dan tak tanggung-tanggung juga ia akan membawanya di Rumah Sakit di luar negeri.

Lalu disaat-saat yang kritis itu ada seorang yang menghampiri Santi, yang juga telah lama menyimpan benih cinta di hatinya. Orang ini bernama Anton. Anton adalah anak dari pemilik perusahaan besar yang bergerak dalam ekspor dan impor. Anton tapi bukan termasuk tipe orang yang suka berfoya-foya, Anton adalah mahasiswa semester atas yang satu kampus dengan Santi. Anton menyimpan cinta kepada Santi. Seandaikan saja ia tidak kedahuluan Joe, ia pasti akan bersama Santi.

Ada pengalaman bersama yang dilalui oleh Santi dan Anton, saat mereka KKN di pulau Nusa Tenggara Timur, Santi terperosok kedalam lubang, dan Anton menolongnya, mungkin dari situ mulai bergemericik bisikan cinta dari Hati Anton. Namun Anton tahu, bahwa Santi saat ini sudah bersama Joe. Tak patut baginya mendekati Santi, ia harus memasang jarak.

Pada akhirnya Joe menyadari bahwa hubungan ini tak kan bisa dilestarikan dan disemai. Dia mengajak kekashnya untuk merundingkan. Tentang penyakitnya, tentang cinta, tentang pemecahan permasalahan yang harus dilakukan. Penyakit yang Santi derita tak bisa disembuhkan keculai dengan operasi. Butuh banyak biaya untuk melakukan operasi, untuk ukuran Joe, ia takkan mampu.

“Lebih baik kita sudahi sampai disini hubungan kita…”Joe memulai pembicaraan.

“Tidak bisa, aku tak mau!”

“Jangan Bodoh !” iya aku mengerti jika cinta memang harus berjuang untuk bisa memiliki, tapi kita juga harus melihat kondisi.

“Aku hanya mencintaimu, Joe…”

“Jika kita tetap bersama, suatu saat kamu akan semakin parah, dan pada akhirnya kamu meninggal. Dan aku akan menikah dengan yang lainnya juga. Karena kehidupan harus tetap berjalan. Aku tak bisa menyembuhan sakitmu, tapi Anton mungkin bisa…”

***

“Kalau memang serius, lanjutkan Pendekatanmu, kalau hanya main-main jangan menambahi luka Santi !”Joe menawarkan kepada Anton.

“Tapi Santi masih bersamamu!”Anton menyela

“Jangan khawatir, kami sudah merundingkan”

Dalam perbincangan itu akhirnya ditemukan titik temu walaupun Joe terpaksa meninggalkan Santi. Anton pada akhirnya menerima tawaran itu. Seiring berjalan waktu, Anton menikahi santi setelah menyembuhkan Santi dari penyakitnya.

Setahun berlalu bagai debu yang ditebar diudara, cepat menghilang. Joe masih menekuni pekerjaannya, menjalankan bisnis kecil-kecilan; kafe. Suatu saat ada pengunjung di warung kafenya yang ramai itu. Sepasang manusia turun dari mobil Innova. Wajah perempuna itu tak asing bagi Joe, ya dia adalah Santi. Santi sekarang sudah sehat dan segar nampaknya, lebih banyak menebar senyum di wajah cantiknya. Perutnya membuncit. Nampaknya sang buah hati sedang bertapa di dalamnya.

Lama tak berjumpa dengan Santi membuat Joe rindu kepadainya.

“Apa kabar, Joe?” Anton menjabat tangan Joe.

“Luar biasa baik, bagaimana denganmu, Anton?”

“Sebagaimana yang kamu lihat, aku bersama Santi”

Joe hanya bisa menebar senyum saja. Lalu saat ia memandang sosok di sebelah Anton, ia bahagia sekali.

Santi belum bisa berkata apa-apa. Ia hanya melihat Joe sambil matanya nanar berair. Tapi untunglah Joe bisa mencairkan suasana, jika ia membairkan suasana hening, Santi akan menitikkan air mata. Sambil menawarkan mereka untuk menempati tempat duduk spesial, ia menawaran hidangan menu.

“Santi sudah menjadi ibu ya?” Joe menyodorkan guyonan

“Iya, sudah setahun kami menikah. Datanglah Joe saat acara kelahiran bayi kami nanti, jangan sampai tidak datang, kami akan marah kepadamu!” Anton membalas candaan Joe.

“Aku usahakan datang, tapi mohon maaf jika aku tak bisa memenuhi janjiku untuk datang nanti…”

Adapaun Joe, ia sudah merasa puas dengan sembuhnya Santi. Baginya kebahagiaan Santi adalah kebahagiaan juga baginya. Belum tentu jika Joe bersamanya, Santi akan bahagia.




0 Komentar untuk "Kebahagiaanmu Juga Kebahagiaanku"

Back To Top