Pesan untuk sang Pemimpin


Siap menjadi pemimpin berarti siap untuk di komentari rakyatnya dan siap juga untuk membuat perubahan. kalau tidak mau di pimpin, jadilah orang kerdil yang menjadi pesuruh si pemipin. siap untuk di atur dan di eksploitasi.

Assalamualaikum wr.wb

apa kabar sahabat? mudah - mudahan selalu sehat wal afiat. amin.

Berbicara tentang kepemimpinan tak ubah bagai bicara tentang sosok yang sangat berpengaruh di dalam masyarakat. dimana pun kita butuh seorang pemimpin. di rumah, di kampus/sekolah, bahkan di negara.


kepemimpinan sering kali di identikkan dengan orang-orang yang memiliki jiwa leadership yang mapan serta pengalaman yang luas. IQ menjadi patokan utama dalam memimpin itu sendiri. tapi, sering kali kita melihat orang - orang yang ber-IQ tinggi malah menjadi orang - orang rendahan yang memperalat warganya sendiri demi pencapaian nafsu belaka.

agar pembicaraan ini lebih terarah, penulis ingin menyampaikan kepemimpinan dalam cakupan universitas atau kampus.

kampus yang merupakan miniatur negara sangat berperan penting dalam menjalankan sistem pemerintahan yang sehat, Adil serta jujur. mengapa demikian? karena jikalau kampus saja sudah tidak sehat maka begitu jugalah yang terjadi di negara ini. bahkan bisa jadi lebih parah dan menakutkan yang terjadi di fakta lapangan. betapa banyak kita lihat dalam pemilihan presiden kampus terjadi lempar-lemparan kursi, berapa banyak kita lihat kecurangan -kecurangan yang terjadi saat pemilihan Presiden Mahasiswa? dan berapa banyak Presiden terpilih yang tidak bertanggung jawab atas kepemimpinannya? maka tidak heran kalau mahasiswa masih banyak yang tidak berniat untuk memilih saat pemilihan Presiden atau pemimpin di dunia kampus.

Bagaimana pemimpin mu begitulah cerminan rakyatmu!. ketika kita melihat pemimpin yang liberal hanya mengutamakan ilmu pengetahuannya tanpa di dasari unsur agama (atau ada unsur agama tapi sangat sedikit) membuat organisasi tersebut menjadi hancur. organisasi itu akan lumpuh dengan sendirinya karena hanya di dasari oleh akal. padahal akal manusia itu sangat dangkal dan mudah tertipu oleh nafsu.

Disini penulis ingin menyampaikan beberapa pesan kepada pemimpin kampus agar :
  1. Jangan memimpin hanya menggunakan jiwa leadership dan ilmu, tetapi unsur agama sangat di perlukan dalam memimpin, apalagi kita Indonesia negara yang berbudaya timur, sangat memgang norma agama.
  2. Ubah, Perbaharui dan Tingkatkan lagi anggota yang memiliki atau tidak memiliki kempetensi yang mapan. jangan sampai kita menjadi bualan mahasiswa lain di karenakan anggota yang kurang menaati aturan yang berlaku.
  3. lakukan Pengecekan, Pengawasan serta Diskusi bersama dalam meningkatkan kualitas kerja. seyogyanya orang - orang yang berani mengajukan diri dalam organisasi berarti orang-orang yang berani melawan kehidupan nyamannya. peningkatan kualitas yang berjalan berangsur-angsur kemudian lama-kelamaan akan menjadi lebih baik dari sebelumnya. memang sangat berat dalam melakukan hal ini, cuma kalau anda memang pemipin maka anda harus berani memimpin segalanya, termasuk anggota anda.
  4. Buatlah kegiatan positif dan lakukanlah di saat yang tepat. jangan hanya mengejar deadline, tapi lihatlah mahasiswa needs. kita tau kalau target dalam organisasi sudah di lakukan di awal, tapi kalau memang konteks nya tidak sesuai kita sebagai pemipin harus berani mengubahnya. Ubahlah! modifikasi dan sesuaikan. tak perlu in hurry kalau akhirnya membuat rakyat kampus kecewa.fikirkan dengan matang, lakukan dengan serius.

menjalankan memang tidak semudah apa yang tertuliskan. penulis sekali lagi hanya ingin menyampaikan apa yang di rasa perlu di sampaikan.
semoga bermanfaat!
Tag : Opini, Zen
0 Komentar untuk "Pesan untuk sang Pemimpin"

Back To Top