Tripepa.com - Sahabat Tripepa, kita sudah pernah mengkaji sebelumnya, kodrat setiap manusia bahkan semua makhluk tuhan adalah "ingin bahagia". Mimpi menjadi seorang pemenang, adalah salah satu sumber kebahagiaan, bukankah kemenangan adalah hal yang indah yang sudah seharusnya diraih oleh orang orang yang serius ingin mendapatkan, dan sudah menjadi hukum pasti, tidak ada seorangpun yang ingin disebut pecundang, bahkan merasa terpecundangi oleh perasaan diri sendiri.
Bagaimana Seorang pemenang dan Pecundang Berfikir ?
Seorang Pemenang berfikir bagaimana bekerjasama, sedangkan pecundang berfikir bagaimana menjadi penguasaApapun yang menjadi pilihan setiap orang adalah haknya sendiri, tiada seorang pun yang lebih berhak atas keinginan seseorang dalam memilih, tapi menjadi manusia yang baik harus ada nilai yang dibayar dari sebuah usaha. Bukankah hukum alam telah mengatur, siapa yang banyak berusaha akan banyak mendapat? siapa yang lebih menghormati akan lebih dihormati? Begkitu adilah hidup mengatur cara dan prinsip berfikir orang yang akan dipandang, apakah seorang pemenang atau mengeksistensikan diri menjadi seorang pecundang?
Kutipan Beberapa Gambar Inspiratif yang admin dapatkan dari sosial media facebook :
They Forgive Others Vs They Hold A Grudge
Seorang Pemenang, adalah mereka yang cenderung bisa memaafkan orang lain, bagaimanapun kesalahanya. Ini bagian yang sulit, termasuk apa yang menjadi pola pikir yang selama ini juga menghalagi saya dalam meraih sebuah kemenangan, sifat pemaaf dan pendendam memang tidak bisa dipandang ampalang. Paling tidak, ada sebuah keinginan mendalam menjadi seorang pemaaf berarti menciptakan sebuah rasa damai, rasa damai yang diperuntukan untuk diri sendiri sebagai tangga yang terus naik menjadi seorang yang pantas menjadi pemenang.
The Continuously Learn New Thinks Vs They Think Know it All
Seorang pemenang mempersiapkan diri dengan terus belajar dan belajar secara berkelanjutan, memikirkan ide ide dan hal yang baru, haus akan rasa ingin tau dan sesegera mungkin menuntaskan rasa penasaran yang ada, seorang pemenang dianugerahi rasa penasaran secara terus menerus terhadap hal baru yang menarik hatinya. Sedangkan seorang pecundang, memandang dirinya adalah orang yang serba tau, serba mengerti yang memaksa cara fikirnya menjadi pribadi yang bermalas malasan, sebuah posisi yang sangat mudah tersingkirkan karena pola pikir yang statis, merasa cukup puas akan hal yang telah ia peroleh lantas tidak update akan ilmu dan informasi yang baru dan sangat sulit menerima masukan dan ide yang disampaikan oleh orang lain yang bisa merubah diri menjadi lebih baik.
They Embrace Change Vs They Are Afraid of Change
Seorang Pemenang merangkul dan hidup bersama dengan perubahan. Sifat dinamistis dan adaftif seorang yang memiliki karakter pemenang peka akan terhadap situasi dan kondisi tentang perubahan lantas menjadikan setiap perubahan menjadi sebuah peluang. Sedangkan karakter pecundang, cenderung takut untuk berubah, tak bisa dipungkiri juga. Ketakutan adalah hal yang wajar, sebab ketakuktan cenderung terjadi dari ilusi akan sesuatu yang belum terjadi, tidak berani mengambil sebuah resiko adalah hal yang tak jarang dialami oleh setiap manusia. Semasa ia takut, nyaris tak merubah apapun.
They Give Compliments Vs They Critize Without Any Valid Reason
Seorang pemenang memilih menggunakan kata kata pujian untuk menjaga kedamaian dan kedekatan dengan lebih banyak orang, meski banyak yang tidak sependapat dengan pemberian pujian karena dianggap dapat membuat seseorang yang dipuji menjadi tinggi hati dan justru berdampak menjadi pribadi yang sombong atau malas, maka bagian ini bisa menjadi pertimbangan tersendiri. Meski demikian, dalam pemberian pujian lebih baik disandingkan sebagai sebuah pengormatan atas hadirnya partner yang luar biasa yang telah dihadirkan kepada kita semua. Seperti sebuah buku yang pernah Hadhara baca, buku yang berjudul "The Power of Apreciation" yang mengupas bagaimana sebuah penghargaan kecil mampu mendongkrak semangat seseorang menjadi lebih baik dengan sangat besar.
Lalu bagaimana dengan si karakter pecundang? suka memberikakan kritikan dengan alasan yang tak logis, kritik membangun itu baik, memperbaiki pribadi seorang melalui kritik sangat mulia, maka sampaikanlah kritik dengan ilmu, agar si penerima kritik paham bahwa anda sedang tida menunjukan kepadanya dalam posisi menggurui, tetap jadikan orang yang di kritik sebagai sosok yang baik, sosok yang terlanjur lupa sedikit sehingga berbuat salah dan anda adalah orang yang peduli akan ianya adalah seorang yang penting dan berharga bagi anda, maka anda adalah kritikus yang disayangi dan terus diharapkan, karakter anda adalah karakter seorang pemenang.
Ingin mencapai kebahagiaan, ingin menjadi seorang pemenang sekali lagi adalah sebuah pilihan. Pilihan pasti, manusia ingin bahagia, ia manusia ingin menjadi sosok yang berbahagia, sebab apapun yang hari ini dikerjakan oleh manusia adalah untuk mendapatkan kebahagiaan yang hakiki. Pemenang atau Pecundang?




0 Komentar untuk "Pemenang Vs Pecundang"